Resah! Warga Medan Keluhkan Air PDAM Berwarna Keruh dan Tidak Layak Pakai

Sejumlah warga Kota Medan, Sumatera Utara, menyampaikan keluhan terkait kualitas air bersih yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pelanggan yang melaporkan bahwa air berwarna keruh dan mengandung endapan, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun memasak. Keluhan ini ramai disampaikan melalui media sosial dan sambungan telepon ke kantor PDAM Tirtanadi.

Salah seorang warga Kecamatan Medan Kota, Roni (38 tahun), mengaku sangat terganggu dengan kondisi air berwarna keruh yang mengalir dari kran rumahnya sejak Minggu, 27 April 2025. “Airnya cokelat kayak teh, ada endapannya juga. Mau mandi aja jijik, apalagi buat masak. Terpaksa beli air galon terus,” keluhnya pada Selasa pagi. Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga dari kecamatan Medan Denai, Medan Amplas, dan beberapa wilayah lainnya di Kota Medan.

Menanggapi keluhan warga, pihak PDAM Tirtanadi Medan melalui Humasnya, Jamaluddin, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Jamaluddin menjelaskan bahwa perubahan kualitas air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan teknis pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal yang diakibatkan oleh tingginya tingkat kekeruhan air baku dari sungai Deli pasca hujan deras yang melanda wilayah hulu.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tingginya curah hujan di hulu Sungai Deli menyebabkan air baku menjadi sangat keruh, sehingga mempengaruhi proses pengolahan di IPA Sunggal. Kami sedang berupaya maksimal untuk mengatasi gangguan ini dan memastikan air berwarna keruh kembali jernih dan layak konsumsi secepatnya,” ujar Jamaluddin dalam keterangan pers di kantor PDAM Tirtanadi pada Selasa siang.

Lebih lanjut, Jamaluddin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan penyesuaian dosis bahan kimia penjernih air dan mengoptimalkan proses sedimentasi serta filtrasi di IPA Sunggal. Namun, proses penjernihan air dengan tingkat kekeruhan yang ekstrem membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya. Pihak PDAM Tirtanadi juga telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan kualitas air di berbagai titik distribusi dan melakukan flushing atau pengurasan pada jaringan pipa untuk menghilangkan endapan air berwarna keruh.

Meskipun demikian, warga berharap agar PDAM Tirtanadi dapat segera mengatasi masalah ini dan memberikan solusi jangka panjang agar kejadian air berwarna keruh tidak terus berulang. Kebutuhan akan air bersih merupakan hal mendasar bagi masyarakat, dan kualitas air yang buruk sangat mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Pihak PDAM Tirtanadi berjanji akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penanganan gangguan kualitas air ini kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.