Permasalahan banjir telah menjadi momok yang menghantui Kota Medan selama bertahun-tahun, mengganggu aktivitas warga dan merugikan secara ekonomi. Menyikapi hal ini, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menjadikan penanganan banjir sebagai salah satu program prioritas utamanya. Bobby Nasution terus menunjukkan komitmen serius dengan melakukan pendekatan komprehensif, termasuk pemantauan mendalam terhadap kontur tanah dan aliran air, khususnya di wilayah rawan seperti Medan Johor.
Upaya yang dilakukan Bobby Nasution tidak hanya sebatas penanganan di permukaan, tetapi juga menelusuri akar masalah. Pemetaan kontur tanah menjadi langkah krusial untuk memahami pola aliran air dan menentukan titik-titik genangan yang sering terjadi. Dengan data yang akurat mengenai topografi wilayah, termasuk kemiringan tanah dan elevasi, pemerintah kota dapat merancang solusi drainase yang lebih efektif dan terarah. Pendekatan ini sangat penting, mengingat Medan memiliki karakteristik geografis yang beragam, dengan beberapa area yang lebih rendah dan rentan terhadap genangan.
Fokus khusus diberikan pada wilayah Medan Johor, yang kerap menjadi langganan banjir saat intensitas hujan tinggi. Di kawasan ini, Bobby Nasution dan jajarannya terus memantau serta mengevaluasi sistem drainase yang ada, termasuk kondisi saluran air dan sungai-sungai kecil. Normalisasi drainase menjadi agenda rutin, dibarengi dengan pembersihan sedimen, sampah, dan lumpur yang menyumbat aliran air. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, terus diperkuat untuk normalisasi sungai-sungai utama yang melintasi Medan, seperti Sungai Deli dan Sungai Babura, yang sering meluap dan memperparah kondisi banjir.
Tidak hanya mengandalkan perbaikan drainase dan normalisasi sungai, Pemko Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution juga menggagas pembangunan kolam retensi. Kolam-kolam ini berfungsi sebagai penampung sementara air dari drainase sebelum dialirkan ke sungai, sehingga dapat mempercepat surutnya genangan dan mengurangi beban sungai saat debit air tinggi. Beberapa lokasi strategis telah diidentifikasi untuk pembangunan kolam retensi ini.
Upaya penanganan banjir oleh Wali Kota Bobby Nasution juga melibatkan edukasi dan partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan ke drainase atau sungai, serta tidak mendirikan bangunan di sekitaran aliran sungai yang dapat menghambat fungsi drainase.