Dalam fisika, Tabrakan Elastis adalah interaksi di mana dua benda atau lebih saling memberikan gaya dalam waktu singkat. Ada dua jenis utama tabrakan: elastis dan inelastis. Keduanya adalah duel fundamental antara dua besaran fisika konservatif: momentum linear dan energi kinetik. Memahami perbedaan antara keduanya adalah kunci untuk menganalisis berbagai fenomena, mulai dari tumbukan atom hingga kecelakaan kendaraan.
Ciri khas utama dari Tabrakan Elastis adalah konservasi sempurna dari momentum total dan energi kinetik total sistem. Setelah tumbukan, kedua benda berpisah dan tidak ada energi yang terkonversi menjadi bentuk lain, seperti panas, suara, atau deformasi permanen. Contoh ideal Tabrakan Elastis sering ditemukan di dunia subatomik atau dalam model teoretis, seperti bola biliar sempurna yang bertumbukan tanpa kehilangan energi.
Sebaliknya, Tabrakan Elastis sempurna sangat jarang terjadi di dunia nyata. Sebagian besar interaksi yang kita amati adalah tabrakan inelastis. Dalam tabrakan inelastis, momentum total sistem tetap kekal, sesuai Hukum Konservasi Momentum. Namun, energi kinetik tidak kekal; sebagian diubah menjadi energi internal, menyebabkan deformasi, panas, atau suara.
Jenis paling ekstrem dari tabrakan inelastis adalah inelastis sempurna. Dalam kasus ini, kedua benda menyatu setelah tumbukan dan bergerak bersama sebagai satu kesatuan. Meskipun momentum tetap kekal, kehilangan energi kinetik adalah maksimal karena energi yang besar dikonversi menjadi deformasi permanen. Contohnya adalah peluru yang bersarang di balok kayu atau dua mobil yang bertabrakan dan menyatu.
Untuk menganalisis Tabrakan Elastis maupun inelastis, fisikawan menggunakan koefisien restitusi (e). Koefisien ini mengukur rasio kecepatan relatif pemisahan terhadap kecepatan relatif pendekatan benda. Untuk Tabrakan Elastis sempurna, e=1 (tidak ada kehilangan energi). Untuk tabrakan inelastis sempurna, e=0 (kehilangan energi kinetik maksimal).
Memahami kedua jenis tabrakan ini sangat relevan dalam rekayasa dan keselamatan. Dalam desain kendaraan, insinyur bertujuan membuat zona crumple untuk memaksimalkan tabrakan inelastis terkontrol, mengkonversi energi kinetik menjadi deformasi, dan dengan demikian mengurangi gaya yang ditransfer ke penumpang, meningkatkan peluang untuk Bertahan Hidup.