Strukturalisme adalah aliran pemikiran pertama dalam psikologi, didirikan oleh Wilhelm Wundt di Jerman. Namun, Warisan Strukturalisme menjadi subjek perdebatan yang kompleks, terutama ketika konsep tersebut bermigrasi ke Amerika Serikat melalui murid Wundt, Edward Bradford Titchener. Perbedaan penekanan antara versi Titchener di Amerika dan orisinalitas Wundt di Jerman menciptakan ketegangan akademis yang signifikan pada awal abad ke-20.
Wundt, dalam konteks Laboratorium Leipzig yang ia dirikan, berfokus pada studi pengalaman sadar langsung menggunakan metode introspeksi eksperimental yang terstruktur. Tujuannya adalah untuk memahami proses mental yang lebih tinggi (seperti berpikir dan bahasa) dan bukan hanya elemennya. Warisan Strukturalisme Wundt menekankan pada Volkerpsychologie (psikologi rakyat) untuk studi aspek non-eksperimental.
Sebaliknya, Titchener di Universitas Cornell mengambil Warisan Strukturalisme dan membentuknya menjadi versi yang lebih kaku dan mekanistik. Ia berfokus pada atomisme mental, yaitu penguraian pengalaman sadar menjadi elemen-elemen paling dasar: sensasi, citra, dan afeksi. Titchener meninggalkan penekanan Wundt pada proses mental yang lebih tinggi dan metode sosial Volkerpsychologie.
Perbedaan utama terletak pada metode dan subjek. Wundt menggunakan introspeksi untuk studi proses dan fungsi, sementara Titchener berjuang untuk mendapatkan struktur statis pikiran. Warisan Strukturalisme versi Titchener lebih eksklusif, melarang studi pada anak-anak atau hewan karena mereka tidak dapat melakukan introspeksi terlatih yang ketat. Ini membatasi cakupan penelitian psikologis.
Perdebatan ini tidak hanya bersifat historis, tetapi juga metodologis. Para kritikus berpendapat bahwa Titchener terlalu jauh menyimpang dari maksud orisinal Wundt, menciptakan Warisan Strukturalisme yang lebih sempit dan kurang fleksibel. Versi Amerika ini sering disajikan sebagai satu-satunya bentuk strukturalisme, mengaburkan tujuan awal Wundt yang lebih luas dan eklektik.
Walaupun demikian, Titchener berhasil mendirikan sebuah sekolah pemikiran yang jelas di Amerika, yang menantang pandangan fungsionalis yang muncul saat itu. Meskipun Warisan Strukturalisme-nya segera dikalahkan oleh fungsionalisme dan behaviorisme, ia memainkan peran penting dalam memajukan psikologi sebagai ilmu yang membutuhkan penelitian dan definisi yang jelas tentang subjek studinya.
Para sejarawan psikologi modern umumnya sepakat bahwa ada perbedaan signifikan antara strukturalisme Jerman (Wundt) dan strukturalisme Amerika (Titchener). Mengacu pada Warisan Strukturalisme harus mengakui nuansa ini, bahwa Wundt adalah seorang fungsionalis dalam arti yang lebih luas, sedangkan Titchener adalah seorang strukturalis murni dalam pengejaran elemen-elemen pikiran.