Aksi kejahatan begal bersenjata tajam yang meresahkan warga Medan berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Dua pelaku berhasil diringkus, dan penangkapan salah satu pelaku, yang merupakan ketua komplotan, terbilang dramatis karena dilakukan saat ia sedang asyik menonton pertandingan sepak bola Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Kronologi Penangkapan yang Dramatis:
- Penangkapan dilakukan oleh petugas Polsek Medan Tuntungan setelah menerima laporan dari korban yang mengalami aksi kejahatan begal.
- Pelaku pertama, Henry, ditangkap di rumahnya pada pukul 01.00 WIB.
- Penangkapan pelaku kedua, Surya Sakti Tarihoran (28), yang merupakan ketua komplotan, berlangsung dramatis. Ia diciduk pada pukul 04.00 WIB saat sedang asyik menonton pertandingan Timnas di rumahnya.
- Satu pelaku lainnya, April Siregar, masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Rekam Jejak Kejahatan dan Pengakuan Pelaku:
- Pelaku Surya mengaku telah 10 kali melakukan aksi begal di berbagai wilayah di Sumatera Utara, termasuk Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Asahan.
- Modus yang digunakan adalah menabrak korban dan mencari alamat rumah korban untuk melancarkan aksinya.
- Pelaku beraksi dengan menggunakan senjata tajam, seperti pisau kecil, untuk mengancam korban.
- Korban yang ketakutan langsung menyerahkan kendaraan mereka.
- Pelaku Surya mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba.
- Pelaku Henry juga mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk biaya hidup dan membeli narkoba.
Tindakan Tegas Kepolisian:
- Polisi terus melakukan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku April Siregar yang masih buron.
- Pihak kepolisian juga akan menindak tegas para pelaku begal sesuai dengan hukum yang berlaku.
- Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Eko Sanjaya mengatakan bahwa komplotan ini adalah “pemain lama” yang sudah sering melakukan aksi begal.
- Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di malam hari.
Pesan bagi Masyarakat:
- Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di malam hari.
- Hindari melewati jalan-jalan yang sepi dan rawan tindak kejahatan.
- Jika menjadi korban begal, segera laporkan kepada pihak kepolisian.
- Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kesimpulan:
Penangkapan pelaku begal bersenjata tajam ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan di Medan. Penangkapan ketua komplotan saat sedang menonton pertandingan Timnas menjadi bukti bahwa polisi tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan untuk bersembunyi.