Kasus Pembunuhan di Kukar Terkuak, Motif Pelaku Pria Bone Ternyata Sakit Hati

Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang wanita dan jasadnya ditemukan di semak-semak wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan penyelidikan mendalam, pihak kepolisian berhasil mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Pelaku, seorang pria asal Bone, Sulawesi Selatan, ternyata menyimpan rasa sakit hati yang mendalam terhadap korban.

Melansir dari detikSulsel, Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman mengungkapkan bahwa motif utama pelaku, AP (35), adalah sakit hati dan dendam. AP merasa sakit hati karena korban, MS (30), yang merupakan kekasihnya, diduga telah berselingkuh. Rasa kecewa dan amarah yang memuncak mendorong AP untuk melakukan tindakan pembunuhan yang mengerikan.

“Motifnya sakit hati dan dendam karena korban diduga selingkuh,” tegas AKBP Heri Rusyaman seperti dikutip dari detikSulsel.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi, AP dan MS diketahui memiliki hubungan asmara. Pertengkaran diduga terjadi sebelum akhirnya AP tega menghabisi nyawa kekasihnya. Jasad MS ditemukan di semak-semak setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

AP berhasil diamankan oleh tim gabungan Polres Kukar dan Polda Kaltim di sebuah penginapan di wilayah Samboja. Penangkapan dilakukan beberapa hari setelah penemuan jasad korban. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang terkait dengan tindak pidana tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat betapa berbahayanya emosi negatif yang tidak terkontrol dan dapat berujung pada tindakan kriminal yang fatal. Pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara detail kronologi pembunuhan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat Kukar diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Dalam konferensi pers, AKBP Heri Rusyaman juga menjelaskan bahwa pelaku dan korban sempat berkomunikasi sebelum bertemu di lokasi kejadian. Diduga, pertemuan tersebut berujung pada pertengkaran hebat yang memicu aksi pembunuhan. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya perencanaan pembunuhan sebelumnya.

Penangkapan AP di Samboja menunjukkan upaya pelaku untuk melarikan diri setelah melakukan kejahatan. Namun, kesigapan aparat kepolisian berhasil mengakhiri pelariannya.