Minta Setoran Parkir ke Ketua Ormas, Pria di Medan Diciduk

Medan – Seorang pria di Medan harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah kedapatan meminta setoran uang parkir secara paksa kepada seorang ketua organisasi masyarakat (ormas). Tindakan pemerasan ini dilaporkan oleh korban dan berujung pada penangkapan pelaku oleh tim kepolisian setempat.

Insiden ini terjadi di kawasan Jalan Sei Batang Hari, Kecamatan Medan Sunggal. Pelaku, bernama Arianto alias Tato (38), diduga mendatangi korban bernama Indra (43) yang merupakan Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Sei Sikambing pada Kamis (15/6/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Arianto meminta uang sebesar Rp 20.000 dengan alasan untuk disetorkan kepada ketua ormas di wilayah tersebut. Korban yang merasa tidak memiliki kewajiban untuk memberikan uang tersebut menolak permintaan pelaku. Namun, pelaku diduga melakukan intimidasi dan mengaku sebagai anggota salah satu OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) sehingga korban merasa terancam dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.

Tim dari Polsek Sunggal segera menindaklanjuti laporan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti, petugas berhasil mengamankan pelaku di Jalan Sei Batang Hari pada Jumat (16/6/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 20.000.

Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata membenarkan adanya penangkapan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa polisi tidak akan mentolerir segala bentuk pemerasan dan pungutan liar (pungli) di wilayah hukumnya. Tindakan tegas akan diberikan kepada siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak melakukan tindakan pemerasan atau pungli, terlebih lagi dengan mengatasnamakan organisasi tertentu. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban pemerasan atau pungli untuk segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama pihak kepolisian di Medan.

Pihak kepolisian juga akan mendalami lebih lanjut apakah pelaku memiliki keterkaitan dengan organisasi tertentu seperti yang diakui kepada korban. Langkah ini penting untuk memberantas praktik premanisme dan pungutan liar yang meresahkan masyarakat di Kota Medan.