Suasana duka menyelimuti Desa Damai, Kecamatan Bahagia, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, setelah seorang pria bunuh warga sekampungnya pada Selasa (15/04/2025) dini hari. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh sakit hati pelaku yang kerap kali diejek oleh korban dan warga lainnya karena kebiasaan mabuknya.
Menurut keterangan Kompol Anton Sinaga, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan, pelaku yang diketahui berinisial AS (35) melakukan aksinya dengan menggunakan senjata tajam. Korban, yang diidentifikasi sebagai BN (42), ditemukan tergeletak di depan rumahnya dengan luka parah di beberapa bagian tubuh.
“Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan saksi-saksi, pelaku merasa dendam karena sering menjadi bahan ejekan terkait kondisinya yang sering dalam keadaan mabuk,” ujar Kompol Anton Sinaga saat memberikan keterangan pers di Mapolres Nias Selatan pada Rabu (16/04/2025) pagi.
Lebih lanjut, Kompol Anton menjelaskan bahwa setelah melakukan pembunuhan, pelaku sempat melarikan diri. Namun, berkat kesigapan Tim Buser Polres Nias Selatan yang dipimpin oleh Ipda Surya Dharma, pelaku berhasil diamankan beberapa jam kemudian di sebuah gubuk di ladang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saat penangkapan, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang diduga kuat digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan,” imbuh Ipda Surya Dharma.
Kasus pria bunuh warga ini sontak membuat geger warga Desa Damai. Mereka tidak menyangka bahwa perselisihan akibat ejekan bisa berujung pada tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait motif lain yang mungkin melatarbelakangi tindakan pria bunuh warga tersebut. Beberapa saksi lain juga tengah dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara.
“Kami akan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana pembunuhan,” tegas Kompol Anton.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga ucapan dan menghargai sesama. Ejekan, sekecil apapun, dapat menimbulkan sakit hati yang mendalam dan berujung pada tindakan yang tidak terkontrol. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan main hakim sendiri. Proses hukum terhadap pria bunuh warga ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.