Aksi brutal geng motor kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Kali ini, seorang anggota TNI menjadi korban dari keganasan geng motor yang semakin meresahkan masyarakat. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan kemarahan publik atas tindakan keji para pelaku.
Kronologi Keganasan Geng Motor
Insiden mengerikan ini terjadi pada hari Minggu, 4 Agustus 2024, dini hari. Seorang anggota TNI dari Yonif 100/PS, Prada Defliadi Susanto, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok geng motor di Jalan Guru Patimpus, Kecamatan Medan Petisah.
“Mereka didatangi oleh sekitar 20 orang geng motor. Mereka menyerang anggota secara membabi buta,” sebut Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian.
Akibat serangan brutal tersebut, Prada Defliadi mengalami luka parah di kepala, tangan, dan mata. Kondisi korban sangat memprihatinkan, dan dilaporkan bahwa mata kirinya mengalami kebutaan.
Tindakan Hukum dan Penyelidikan
Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan telah bergerak cepat untuk menangkap para pelaku. Dua tersangka, yaitu DHM dan RDS, telah berhasil diamankan. Sementara itu, beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
“Adapun tersangka yang diamankan ada dua yakni DM dan RDS,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Teddy Jhon Sahala Marbun.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 Jo Pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan jaringan geng motor yang terlibat dalam aksi keji ini.
Dampak dan Keresahan Masyarakat
Aksi keganasan geng motor ini menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat Medan. Mereka merasa tidak aman dan khawatir akan menjadi korban selanjutnya. Banyak warga yang menuntut tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memberantas geng motor yang semakin merajalela.
“Kami sangat takut dengan aksi geng motor ini. Kami berharap polisi segera menangkap semua pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal,” ujar seorang warga Medan.
Himbauan dan Langkah Antisipasi
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk:
- Selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di malam hari.
- Menghindari tempat-tempat yang rawan menjadi lokasi aksi geng motor.
- Segera melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya aktivitas geng motor.
Pihak berwenang juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi aksi geng motor. Selain itu, upaya pencegahan juga akan dilakukan melalui pendekatan kepada komunitas dan keluarga untuk mencegah generasi muda terlibat dalam kegiatan geng motor.
Informasi Tambahan:
- Anggota TNI, Prada Defliadi Susanto, menjadi korban keganasan geng motor di Medan.
- Korban mengalami luka parah dan kebutaan pada mata kiri.
- Dua pelaku telah ditangkap, dan beberapa pelaku lainnya masih buron.
- Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dan pengejaran.
- Masyarakat merasa resah atas peristiwa tersebut.
Dengan adanya tindakan tegas dari pihak berwenang dan dukungan dari masyarakat, diharapkan aksi keganasan geng motor dapat segera diberantas dan keamanan di Kota Medan dapat terjamin.