Sebuah kejadian tragis menggemparkan warga Jalan Gajah Mada, Pontianak pada Sabtu dini hari, 12 April 2025. Seorang penjual lemang bernama Pak Amat, berusia 55 tahun, menjadi korban tabrak lari yang mengerikan di Jalan Gajah Mada, Pontianak. Ironisnya, saksi mata menyebutkan korban bahkan dilindas oleh kendaraan pelaku hingga tiga kali.
Kronologi kejadian bermula ketika Pak Amat sedang menjajakan lemang dagangannya di pinggir Jalan Gajah Mada, sekitar pukul 05:30 WIB. Tiba-tiba, sebuah kendaraan roda empat berwarna hitam melaju kencang dari arah Bundaran Digulis Untan. Diduga pelaku yang belum diketahui identitasnya itu hilang kendali atau sengaja menabrak korban yang berada di pinggir jalan.
Menurut keterangan Ibu Siti korban tabrak lari, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, setelah tabrakan pertama, korban terjatuh di jalan. Namun, kendaraan pelaku tidak berhenti, malah melindas tubuh Pak Amat sebanyak dua kali lagi sebelum akhirnya melarikan diri ke arah Jembatan Landak.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Sayangnya, akibat luka parah yang dideritanya, Pak Amat dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polresta Pontianak Kota tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku tabrak lari yang menyebabkan nyawa seorang penjual lemang melayang dengan tragis. Pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan.
Kejadian tabrak lari yang menimpa Pak Amat, seorang penjual lemang yang mencari nafkah di pagi buta, ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Mereka berharap agar pelaku segera ditemukan dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang keji.
Tentu, berikut adalah penambahan sekitar 40 kata pada artikel sebelumnya:
Pihak keluarga Pak Amat sangat terpukul dengan kejadian nahas ini. Mereka mengenang Pak Amat sebagai sosok pekerja keras dan ramah yang selalu bersemangat menjajakan lemang setiap pagi. Kehilangan sosok kepala keluarga yang tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi mereka dan komunitas penjual lemang lainnya di Pontianak.