Aksi begal taksi online di kawasan Medan Helvetia diringkus polisi tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya. Pelaku yang berjumlah dua orang ini nekat melancarkan aksi kejahatan dengan menyamar sebagai penumpang yang memesan jasa angkutan umum secara resmi melalui aplikasi perpesanan. Saat melintas di lokasi yang sepi dan gelap, pelaku melancarkan aksinya dengan menodongkan senjata tajam ke arah leher pengemudi serta memaksanya untuk menyerahkan seluruh barang berharga dan mobil.
Korban yang terancam jiwanya terpaksa menuruti kemauan pelaku sebelum akhirnya dibuang di tepi jalan oleh para tersangka. Korban kemudian berhasil meminta bantuan warga sekitar dan segera membuat laporan resmi ke pos kepolisian terdekat. Menindaklanjuti laporan korban, tim resmob bergerak cepat melacak keberadaan kendaraan curian menggunakan sistem pemantau posisi global. Tak butuh waktu lama, aksi begal taksi tersebut berhasil dihentikan dan para pelaku diciduk beserta barang bukti kendaraan milik korban.
Dalam pemeriksaan intensif di kantor polisi, para pelaku mengakui bahwa aksi nekat tersebut telah direncanakan sebelumnya untuk membayar hutang judi online. Mereka sengaja memilih target pengemudi taksi online karena dinilai mudah dipancing ke lokasi-lokasi sepi pada waktu malam hari. Penangkapan tersangka begal taksi ini membuahkan apresiasi tinggi dari kalangan pengemudi angkutan berbasis aplikasi yang selama ini merasa waswas saat beroperasi malam. Kepolisian berjanji meningkatkan pengamanan jalanan.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi taksi online untuk selalu waspada saat menerima pesanan tujuan lokasi terpencil pada jam-jam rawan malam. Manfaatkan fitur keamanan yang tersedia dalam aplikasi serta selalu informasikan posisi terkini kepada rekan sesama pengemudi atau keluarga tercinta. Jika mengindikasikan adanya gerak-gerik penumpang yang mencurigakan, segera arahkan kendaraan menuju pos polisi terdekat demi keselamatan jiwa. Keselamatan diri harus selalu menjadi prioritas utama dibanding sekadar mengejar setoran bulanan.
Kasus ini menjadi bukti kesiapsiagaan aparat dalam merespons tindak kejahatan keji yang menyasar para pekerja jasa transportasi publik. Para tersangka kini dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan yang mengancam mereka dengan hukuman kurungan penjara di atas lima tahun. Kepolisian memastikan proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan demi memberikan efek jera yang maksimal. Keamanan seluruh warga di jalan raya akan terus dijamin melalui tindakan tegas aparat.