Kabar duka terkait hilangnya mobil Toyota Avanza berisi tiga orang yang terjun ke jurang di wilayah Jalan Lintas Medan-Berastagi KM 56, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki hari kedua, Sabtu (26/4/2025). Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Medan, anggota kepolisian dari Polres Karo, TNI dari Kodim 0205/Tanah Karo, serta relawan dari BPBD Karo dan organisasi masyarakat lainnya terus berjuang melakukan pencarian di tengah medan yang sulit dan tantangan cuaca ekstrem.
Jalan Lintas Operasi pencarian yang dimulai sejak Jumat (25/4/2025) malam hingga saat ini belum membuahkan hasil penemuan ketiga korban maupun bangkai kendaraan secara utuh. Diduga kuat, mobil Avanza dengan nomor polisi BK 1234 XX tersebut hilang kendali akibat jalan licin dan kabut tebal serta kondisi jalan yang berkelok tajam dan terperosok lebih dalam ke jurang yang diperkirakan memiliki kedalaman lebih dari 70 meter.
Kepala Kantor Basarnas Medan, Bapak Budiawan, Ungkap Kendala Cuaca Ekstrem dan Kabut Tebal Hambat Pencarian
Kepala Kantor Basarnas Medan, Bapak Budiawan, melalui keterangan pers terbaru yang disampaikan oleh Koordinator SAR Lapangan, Bapak Rasyid Amri, menyatakan bahwa kendala cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Sibolangit dan sekitarnya sejak pagi menyebabkan kabut tebal yang mengurangi jarak pandang hanya beberapa meter, serta arus sungai di dasar jurang menjadi sangat deras dan berbahaya. Kondisi ini memaksa tim SAR untuk menunda sementara penyelaman jika ada dugaan mobil terbawa arus, serta melakukan pencarian dengan lebih hati-hati di tepi jurang yang licin dan rawan longsor.
Selain cuaca, medan yang sangat terjal dan labil dengan vegetasi hutan yang lebat juga terus menjadi tantangan berat. Tim SAR harus menggunakan teknik rappelling dan peralatan khusus seperti tali karmantel dan alat pendeteksi logam untuk mencapai titik-titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya kendaraan. Keterbatasan sinyal komunikasi di area terpencil juga memaksa tim untuk mengandalkan komunikasi radio dan koordinasi manual.
Meskipun menghadapi berbagai kendala yang berat, tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan melakukan penyisiran manual di sekitar tepi jurang, mencoba menelusuri kemungkinan jejak kendaraan atau korban di sepanjang aliran Sungai Wampu yang berada di dasar jurang.